Jembatan yang menghubungkan kota Balikpapan dengan kabupaten Penajam atau Penajam Paser Utara (PPU) akan segera dibangun. Begitu isi berita yang saya baca dari Koran harian Kaltim Post dan informasi yang saya dapat dari media televisi lokal, TV Beruang.
![]() |
| Jembatan Balikpapan-Penajam |
Ketika berita itu diturunkan, berita ini menjadi trending topik bagi masyarakat di kedua wilayah tersebut. Jadi bahan obrolan dimana-mana, namun seiring pergantian waktu secara perlahan berita itu hilang tertiup angin sejalan dengan pelaksanaan pembangunan yang tak kunjung nyata.
Ternyata, Megaproyek jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) segera dikerjakan mulai akhir 2016. Jembatan tersebut digadang lebih bagus dari Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) di Jawa Timur.
Menurut Kaltim Post, jembatan Balikpapan-Penajam punya deretan spesifikasi melebihi Suramadu. Misalnya panjang jembatan. Jembatan Balikpapan-Penajam memiliki total 6.219 meter. Sementara Suramadu 5.438 meter. Bentang panjang juga demikian. Jembatan yang menghubungkan Melawai (Balikpapan) dan Nipahnipah (Penajam) ini memiliki bentang panjang 381 meter. Sedangkan jembatan Suramadu hanya 180 meter.
Dengan spesifikasi tersebut, kapal milik Pelni yang selama ini sandar di Pelabuhan Semayang diklaim tetap bisa melintas. Demikian juga kapal yang hilir mudik ke Kawasan Industri Kariangau (KIK).
Pasalnya, ketinggian jembatan dari permukaan laut mencapai 50 meter. Bahkan, dengan ruang bebas selebar 381 meter di antara dua pylon setinggi 140 meter, dua kapal dengan lebar 47 meter bisa melintas secara bersamaan. Di sisi lain, Jembatan Suramadu menelan investasi Rp 4,5 triliun. Sedangkan, Jembatan Balikpapan-Penajam sebesar Rp 5,4 triliun dengan estimasi pembangunan 4-5 tahun.
Ternyata, Megaproyek jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) segera dikerjakan mulai akhir 2016. Jembatan tersebut digadang lebih bagus dari Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) di Jawa Timur.
Menurut Kaltim Post, jembatan Balikpapan-Penajam punya deretan spesifikasi melebihi Suramadu. Misalnya panjang jembatan. Jembatan Balikpapan-Penajam memiliki total 6.219 meter. Sementara Suramadu 5.438 meter. Bentang panjang juga demikian. Jembatan yang menghubungkan Melawai (Balikpapan) dan Nipahnipah (Penajam) ini memiliki bentang panjang 381 meter. Sedangkan jembatan Suramadu hanya 180 meter.
Dengan spesifikasi tersebut, kapal milik Pelni yang selama ini sandar di Pelabuhan Semayang diklaim tetap bisa melintas. Demikian juga kapal yang hilir mudik ke Kawasan Industri Kariangau (KIK).
Pasalnya, ketinggian jembatan dari permukaan laut mencapai 50 meter. Bahkan, dengan ruang bebas selebar 381 meter di antara dua pylon setinggi 140 meter, dua kapal dengan lebar 47 meter bisa melintas secara bersamaan. Di sisi lain, Jembatan Suramadu menelan investasi Rp 4,5 triliun. Sedangkan, Jembatan Balikpapan-Penajam sebesar Rp 5,4 triliun dengan estimasi pembangunan 4-5 tahun.
Berita tentang jembatan itu saya dengar kurang lebih setahun yang lalu. Sejauh mana progress pembangunannya, sampai sekarang belum ada kabar beritanya atau memang dirahasiakan sebagai kejutan bagi masyarakat? Entahlah.
Namun, bagi penduduk di kedua wilayah tersebut atau penduduk lainnya diluar wilayah Kalimantan Timur, merasa sangat gembira jika jembatan tersebut benar-benar diwujudkan. Ini adalah harapan dan impian masyarakat Kaltim yang selama ini merindukan jalur perjalanan yang cepat, aman dan nyaman.
Mengapa?
Karena perjalanan dari Balikpapan menuju ke kota Penajam, Grogot dan wilayah lainnya di Kaltim bahkan dari Banjarmasin yang berada di propinsi Kalsel menuju kota Balikpapan atau sebaliknya akan lebih cepat, lebih lancar, aman dan nyaman.
Mengingat sampai sekarang, untuk menuju kota Balikpapan atau sebaliknya menuju Penajam membutuhkan waktu 1-2 jam, hanya untuk menyeberang saja. Berangkat dari pelabuhan Penajam menuju pelabuhan Kariangau atau dari Pelabuhan Penajam menuju Pelabuhan Kampung Baru demikian pula sebaliknya dengan menggunakan tiga moda tranportasi yang tersedia yaitu perahu kelotok, speed boat dan kapal Fery.
Apakah ketiga moda transportasi tersebut tidak mencukupi? Berikut ini adalah penjelasan dari pengunaan ketiga moda transportasi tersebut.
Kapal Kelotok
Kapal Kelotok atau kapal ketinting hanya bisa mengangkut penumpang dan sepeda motor dengan kapasitas terbatas, maksimum 10 sepeda motor dan 20-30 penumpang. Jika kita tidak terburu-buru, maka kapal kelotok adalah pilihan yang tepat mengingat kapal kelotok ini berjalan dengan pelan.
Kalau kita akan menggunakan jasa perahu kelotok, kita harus lewat pelabuhan Kampung Baru, dengan beaya 30 ribu untuk penumpang dan sepeda motornya, 15 ribu jika penumpangnya saja. Waktu yang ditempuh untuk sampai ke Penajam atau sebaliknya, berkisar antara 1 s/d 2 jam. Jika kita datang saat penumpang masih sedikit atau bahkan kosong, maka kita harus menunggu karena kapal kelotok akan berangkat jika penumpangnya sudah penuh atau dianggap penuh.
Kesulitan lainnya adalah saat proses bongkar-muat penumpang, apalagi jika kondisi ombak laut sedang besar atau laut sedang pasang, biasanya kita dikenakan biaya tambahan sebesar 5 ribu untuk bongkar dan muat, khususnya sepeda motor.
Speed Boat
Jika kita sedang terburu-buru dan tidak membawa sepeda motor, speed boat akan mengantar kita ke Penajam atau sebaliknya dengan cepat. Tapi sebelumnya, kita harus melihat kondisi ombak laut terlebih dahulu, apakah ombak laut sedang tinggi atau tenang, kondisi alam (hujan atau tidak) sebab sering terjadi kecelakaan. Speed boat terbalik, menabrak kapal lain, mesin speed boat mogok dan lain-lain.
Pelabuhan speed boat berdekatan dengan pelabuhan kapal kelotok yaitu di pelabuhan Kampung Baru, biayanya berkisar antara 15-20 ribu, hanya untuk penumpang dan barang bawaannya saja. Waktu yang ditempuh memang lebih cepat namun resikonya jauh lebih besar apalagi jika sopir speed-nya kurang hati-hati dan ombak laut sedang besar.
Kapal Fery
Kapal Fery memiliki fasilitas yang lebih baik dan kapasitas penumpang lebih besar, termasuk bus, truk, mobil pribadi dan sepeda motor. Dari Balikpapan kita harus lewat Pelabuhan Kariangau, perjalanan menggunakan kapal fery lebih aman dan nyaman. Kapal Fery menyediakan fasilitas tempat duduk, televisi dan alunan music yang mengiringi perjalanan. Biaya naik kapal fety berkisar antara 30-50 ribu namun waktu menunggu bongkar-muatnya yang lama.
Begitulah penjelasan tentang kondisi ketiga moda transportasi yang digunakan untuk menghubungkan kedua wilayah ini.
Jika jembatan yang menghubungkan kota Balikpapan dengan Kota Penajam sudah jadi, maka perjalanan dari kedua kota tersebut dapat ditempuh hanya dengan waktu 15-30 menit saja. Sungguh sangat menhemat waktu dan biaya perjalanan, lebih aman dan nyaman dibandingkan menggunakan moda transportasi yang tersedia.
Keuntungan Adanya Jembatan
Keuntungan lainnya dengan adanya Jembatan Balikpapan-Penajam ini cukup banyak, dampak sangat positif dapat dirasakan oleh penduduk di kedua wilayah tersebut. Antara lain adalah :
- Meningkatkan perdagangan. Dengan adanya jembatan Balikpapan-Penajam ini maka jalur perdagangan di antara kedua wilayah khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya akan meningkat.
- Mengundang dan menumbuhkan iklim investasi baru khususnya di kedua wilayah tersebut. Salah satu kendala investasi di Penajam dan sekitarnya adalah infrastruktur jalan yang belum memadai sehingga dengan pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mengundang dan menumbuhkan iklim investasi di Kalimantan Timur.
- Pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatnya perdagangan dan tumbuhnya investasi maka ekonomi masyarakat diharapkan juga turut meningkat.
- Harga tanah dan perumahan di wilayah Penajam s/d Grogot akan meningkat tajam.
- Membuka lapangan usaha baru. Meningkatnya kebutuhan sarana transportasi baik sebagai penunjang usaha maupun untuk keperluan pribadi.
- Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka kebutuhan sarana transportasi darat untuk kebutuhan usaha atau keluarga, seperti bus, truk, mini bus, pick up dan mobil pribadi akan meningkat juga.
Kerugian Adanya Jembatan
1. Penumpang kapal kelotok, speed boat dan kapal fery akan berkurang banyak.
Dengan adanya jalur alternative baru yang lebih cepat dan lebih murah maka penggunaan kapal kelotok, speed boat dan kapal fery akan berkurang. Hanya penumpangnya saja yang akan berkurang tidak sampai menutup atau menghapus penggunaannya, mengingat masih banyak yang membutuhkan moda transportasi tersebut.
Dari pertimbangan keuntungan dan kerugian adanya jembatan Balikpapan-Penajam ini, lebih banyak keuntungan yang akan didapatkan oleh masyarakat di kedua wilayah daripada kerugiannya.
Keuntungan Bagi Dealer Mobil
Dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi baik sebagai penunjang usaha maupun untuk keperluan pribadi, maka kami sebagai penyedia mobil di wilayah Kalimantan Timur juga akan merasakan keuntungan adanya jembatan Balikpapan-Penajam ini. Pangsa pasar mobil akan bertambah dan terbuka semakin luas.
Dengan bertambahnya jalur perjalanan dari kedua wilayah tersebut maka peluang usaha transportasi seperti travel, antar-jemput, rental mobil dan jasa angkutan barang akan semakin terbuka lebar. Sedangkan bagi masyarakat Penajam, Grogot dan sekitarnya akan lebih mudah untuk berpergian baik sendiri maupun bersama keluarga untuk sekedar jalan-jalan atau berwisata ke Balikpapan, sekarang dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah apalagi jika memiliki mobil pribadi atau mobil keluarga sendiri
Saran kami, “Mari melakukan investasi sekarang juga sebelum tingkat persaingan dan kendala lain muncul!”
Investasi disini adalah investasi mobil, lebih baik membeli mobil sekarang dengan harga terjangkau dan mendapatkan kemudahan lainnya daripada menunggu nanti setelah muncul persaingan, harga mobil semakin mahal dan harus indent.
Untuk menyiasati perubahan harga mobil yang akan terjadi jika jembatan ini benar-benar terwujud, lebih baik memilih dan merencanakan untuk membeli mobil mulai dari sekarang.
Bagi anda yang menyukai mobil dari pabrikan Daihatsu atau Mitsubishi, saat ini kedua dealer mobil tersebut sedang memberikan promo kredit dengan uang muka dan angsuran ringan. Ditambah lagi dengan munculnya mobil-mobil baru dengan harga terjangkau dan teknologi terbaru yang semakin menambah gengsi dan kenyamanan berkendara.
Demikian harapan dan impian masyarakat, semoga pembangunan jembatan Balikpapan-Penajam yang konon katanya lebih panjang daripada jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) dapat benar-benar terwujud. Semoga mimpi indah ini menjadi kenyataan.






0 komentar:
Posting Komentar