Mungkinkah Kita Jatuh Cinta Pada Pasangan Yang Sama Berkali-kali?

Mungkinkah Kita Jatuh Cinta Pada Pasangan Yang Sama Berkali-kali? – Satu pertanyaan yang mengganjal di hati ketika mendengarkan penuturan dr. Ida Rochmawati spesialis Kejiwaan, saat kami bercengkerama di halaman SMPN 2 Malang sehabis menikmati Bakso Bakar yang terkenal. Tentang jatuh cinta berkali-kali pada pasangan yang sama.

Mungkin juga anda memiliki pertanyaan yang sama.

Jatuh cinta memang moment terindah dalam kehidupan manusia sehingga membuat seseorang menjadi bahagia, sedih, senang bahkan menjadi gila seperti dalam kisah Laila Majnun. Namun, jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali apakah hanya suatu keniscayaan belaka seperti halnya “sang pungguk yang merindukan rembulan?”

Mungkinkah Kita Jatuh Cinta Pada Pasangan Yang Sama Berkali-kali?
Mungkinkah Kita Jatuh Cinta Pada Pasangan Yang Sama Berkali-kali?

Sedangkan seseorang yang menjadi pasangan kita belumlah tentu orang yang benar-benar menyintai dan kita cintai?

Saat memikirkannya, terlintas dalam benak saya, kisah romantisme dalam dunia pewayangan yang menjadi kisah terbesar di dunia yakni epos Ramayana. Sosok Rahwana atau Dasamuka yang digambarkan dalam bentuk seorang raksasa mengerikan, ternyata adalah gambaran pribadi yang setia dan penuh dengan rasa cinta.

Demi mengejar cintanya kepada Dewi Widowati yang kemudian menitis kepada Dewi Sinta, Rahwana rela mengorbankan harta benda, kehormatan, negara bahkan seluruh yang dimilikinya hanya untuk mendapatkan kembali cinta sang pujaan hatinya.

Rasa cinta Rahwana terhadap Dewi Sinta sangatlah besar tanpa alasan dan pertimbangan. Sementara sang Rama, suami Sinta sendiri, masih harus meragukan kesucian sang dewi ketika menerimanya kembali dari kurungan Rahwana di negeri Alengka.

Dan, Rahwana di alam yang berbeda, menangis sedih menyaksikan nasib pujaan hatinya. Sungguh tragis kisah cintanya.

Perlu digarisbawahi, Rahwana hanya menyintai sosok yang satu yakni Dewi Widowati saja. Meskipun dalam bentuk raga yang berbeda-beda.


Jika merujuk pada kisah cinta Rahwana, mungkin saja hal ini terjadi pada diri dan pasangan kita. Asalkan, kita mengetahui resep dan kunci rahasianya.

Nah, resep dan kunci rahasia inilah yang akan dipaparkan oleh dr. Ida Rochmawati dalam seminar dan workshop yang akan diselenggarakan pada tahun depan. Selain tentang cinta, banyak hal lainnya yang akan dibagikan kepada para peserta seperti tentang parenting, motivasi dan berbagai hal tentang kejiwaan manusia.


Kunjungan Raja Arab Saudi

Kunjungan Raja Arab Saudi – Menjadi hot topic di berbagai media di Indonesia. Besok tanggal 1 Maret 2017, Raja Salman bin Abdulaziz al- Saud, Raja Kerajaan Arab Saudi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Tentu saja kunjungan Raja Arab Saudi ini menimbulkan berbagai opini di kalangan rakyat Indonesia terutama bagi mereka yang mengikuti pergolakan ekonomi dan politik di Indonesia.

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al- Saud, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Tak tanggung-tanggung, pemimpin Arab Saudi tersebut membawa rombongan dengan jumlah yang cukup besar, yakni kurang lebih 1.500 orang yang di antaranya 10 menteri dan 25 pangeran. 

Sebelum menjadi putra mahkota kedua, Salman cukup lama menjadi gubernur ibu kota Saudi, Riyadh, selama 48 tahun. Dia menjadi raja pada tanggal 23 Januari 2015 setelah kematian saudara tirinya, Raja Abdullah.

Kunjungan Raja Arab Saudi
Raja Salman bin Abdulaziz al- Saud, Sumber Gambar : Republika.co.id

Kunjungan Raja Arab Saudi  ini dikaitkan dengan kepentingan investasi, kerjasama bilateral,politik dan berbagai kepentingan lainnya.

Kepentingan Dibalik Kunjungan

Kunjungan kenegaraan pertama Arab Saudi setelah 47 tahun yang lalu ini, tepatnya pada Rabu (10/6/1970), menunjukan bahwa negeri minyak tersebut tengah membutuhkan peningkatan kerja sama dengan Indonesia. Menurut pengamat hubungan internasional Alex Jemadu, yang dikurip oleh Republika.co.id, lawatan kenegaraan ini menjadi momen penting baik bagi Arab maupun Indonesia.

"Itu penting baik bagi Arab maupun Indonesia," kata Alex

Ia menjelaskan, di sektor perekonomian, Arab Saudi menilai pertemuan ini menjadi momen untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia. Alex mencontohkan, dengan kondisi harga minyak yang belum pasti dan menurun saat ini, membuat Arab Saudi perlu melakukan diversifikasi ekonomi.

Salah satu negara dengan potensi pasar yang besar dan secara kultural keagamaan sama dengan Arab yaitu Indonesia. Pertumbuhannya juga ketiga tertinggi di dunia. Dari segi ekonomi, Indonesia dilihat penting bagi Arab untuk mengantisipasi turunnya harga minyak,

Sementara itu, dari segi geopolitik di Timur Tengah saat ini, tengah terjadi persaingan antara Arab Saudi dengan Iran. Imbasnya, kedua negara itu tengah bersaing merebut simpati dari negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia.

Alex mengatakan, kunjungan Raja Arab Saudi tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi kondisi geopolitik yang terjadi. Sehingga, Arab berupaya meningkatkan kembali hubungan baik dengan negara-negara di Asia dengan melakukan lawatan ke sejumlah negara di Asia. Karena itu, Alex juga menilai, kunjungan ini menjadi momen bagi Arab untuk mendekati Indonesia kembali.

"Jadi Arab semakin terbuka dengan Indonesia yang penting untuk didekati. Iran juga melakukan hal yang sama dengan Indonesia. Keduanya bersaing ingin mengambil hati, menarik simpati dari Indonesia," ujarnya.

Sedangkan bagi Indonesia, kunjungan negara yang kaya akan minyak ini memberi keuntungan tersendiri, khususnya untuk meningkatkan berbagai kerja sama termasuk di bidang minyak dan gas dan pariwisata.

"Bagi kita, Arab Saudi itu sumber investasi di bidang ekonomi, pariwisata, dan minyak. Mereka sudah mempunyai  pengalaman dan jejaring pasar internasional yang luas," kata dia.

Korban Crane Mekkah

Kunjungan Raja Arab Saudi  ke Indonesia juga memberikan harapan bagi para korban peristiwa jatuhnya “crane”  di Mekkah pada 11 September 2015. Kurang lebih ada 30 orang baik yang sudah meninggal atau menderita cacat permanen.

Kala itu, Raja Salman berjanji akan memberikan santunan sebesar 1000real atau sekitar 3.8 Mulyar rupiah kepada setiap korban dan akan mengundang mereka untuk naik haji bersama keluarga.

Namun janji tersebut tidak juga terealisasi sehingga kedatangan Raja Salman ke Indonesia akan memenuhi janji yang pernah diucapkan. Janji seorang Raja.

Jamaah Haji Indonesia Terbesar di Dunia

Dari seluruh negara yang mengirimkan jemaahnya, Indonesia tercatat sebagai negara pengirim calon jemaah haji terbesar di dunia. "Indonesia adalah negara paling banyak jemaahnya yang datang ke Arab,"kata Duta Besar Arab Saudi di Indonesia Mustofa Ibrahim Al Mubarak saat berkunjung ke redaksi Tempo, Rabu, 14 November 2012.

Menurut Mustafa, setiap tahun negaranya menampung sekitar 4 juta lebih orang dari seluruh dunia yang ingin melaksanakan ibadah haji. Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, tentu saja mengirim calon jemaah haji dalam jumlah besar.

Tahun ini Indonesia mengirim jemaah haji sebanyak 221 ribu orang dengan rincian 190 ribu jamaah ONH, dan sisanya ONH Plus. "Angka itu sudah disesuaikan dengan kuota tiap-tiap negara," kata dia.
Jika jumlah Jemaah haji Indonesia setiap tahun adalah 200 ribu dan biaya naik haji per orang adalah 40 juta maka  setiap tahun Indonesia menyumbang devisa ke Arab Saudi sebesar 8 Triliun rupiah. Sehingga layak jika Raja Arab Saudi berkunjung ke Indonesia, salah satu negara penyumbang devisa ke Arab Saudi.

Apakah Raja Salman Raja Muslim di Indonesia?

Itulah judul headline BBC Indonesia yang dimuat pada tanggal 25 Februari 2017. Judul ini cukup menggelitik mengingat Indonesia adalah Negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia.

Arab Saudi dipandang sebagai negara yang sangat penting di kalangan Muslim dunia, termasuk Indonesia karena di situlah terdapat dua tempat suci Islam, seperti dikatakan Yahya Cholil Staquf, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

"Orang Indonesia itu jelas melihat Saudi sebagai suatu negara yang penting, dalam pikiran mereka sebagai Muslim. Sebagian mayoritas warga Indonesia sebagai Muslim. Karena disitu ada Mekah Madinah, dua tempat suci, Dan raja Saudi adalah pengelola dua tempat suci itu. Jadi tentu orang Islam, khususnya Muslim di Indonesia melihat Raja Salman sebagai raja yang menguasai dua tempat suci ini."
Jadi Raja Arab Saudi adalah penguasa kerajaan Arab yang menguasai tempat suci umat Islam yaitu Mekah dan Madinah bukan Raja Muslim di Indonesia.

Raja Salman dan Ahok

Kunjungan Raja Arab Saudi ditengah goncang gancing isu penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta adalah satu dari rencana Tuhan Yang Maha Kuasa. Duta Besar RI untuk Saudi Arab dan Organisasi Kerjasama Islam atau OKI, Agus Mahfud Abegebriel, pada wawancaranya di TV ONE mengatakan bahwa pihak Kerajaan mengusulkan 3 tanggal untuk kunjungannya ke Indonesia dan mereka memilih untuk datang pada tanggal 1 Maret 2017 setelah kunjungannya ke Malaysia selesai dan akan dilanjutkan ke Jepang.

Dalam rombongannya, Raja Salman didampingi oleh 2 orang Menteri yaitu Menteri Urusan Pelayanan Sipil dan Menteri Urusan Perkotaan. Hal-hal yang akan dibicarakan pada pertemuan yang direncanakan akan terjadi pada tanggal 2 Maret 2017 adalah seputar materi efektivitas birokrasi serta layanan publik.

Seperti kita ketahui bahwa Ahok berhasil merubah wajah birokrasi Pemprov DKI Jakarta menjadi sangat efisien.   Raja Salman sendiri sebelum dinobatkan menjadi Raja, beliau menjadi Gubernur untuk jangka waktu yang sangat lama. Prestasi-prestasi Ahok banyak dibicarakan dikalangan Warga Negara Indonesia yang bermukim di Arab Saudi, terutama dimedia sosial  dan hal ini terpantau oleh pihak Kerajaan.

Sepertinya status Gubernur DKI Jakarta sebagai terdakwa pada kasus Penistaan Agama tidak mempengaruhi pandangan Kerajaan Arab Saudi akan prestasi-prestasi yang telah Ahok raih selama menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Sebagai Pintu Gerbang Negara, sangatlah penting membangun dan menata Jakarta secara cepat, modern, dan profesial agar kesetaraan dengan kota-kota besar lain di dunia segera terwujud nyata karena semua Tamu Negara akan selalu transit di Jakarta.

Demikian rangkuman pendapat dan opini masyarakat Indonesia yang diambil dari berbagai sumber tentang Kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia.

Salam Kita Indonesia.

Senandung Doa Sang Pengembara

Senandung Doa Sang Pengembara - Adalah satu cerita pendek yang menceritakan pergulatan batin seorang pengembara yang tengah berjuang merubah nasibnya di perantauan. Ternyata nasib baik belum berpihak padanya, dalam posisi sedang terjepit, berbagai tekanan batin lainnya datang menghampirinya.

Tengah malam, sang pengembara merenungi nasibnya dan akhirnya ia mendapatkan ketenangan batin dengan menyenandungkan doa, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Sang Maha Pengatur.

Senandung Doa Sang Pengembara

Mari kita ikuti cerita tentang bagaimana sang pengembara berjuang melawan kegelisahan, kecemasan dan tuntutan sang istri hingga mengalun senandung doa dalam batinnya.

Silahkan menyimak cerita pendek ini.

Malam itu, hujan deras mengguyur suatu daerah di pinggiran kota Balikpapan.

Di salah satu kamar kost yang sempit berukuran 3x2m, ia terbaring menatap langit-langit kamar. Suara gemercik air hujan menimpa atap rumah dan riuh suara katak bersautan memenuhi ruang telinganya. Dinginnya udara malam menusuk  sampai tembus ke tulang, ditambah lagi suasana hatinya yang gundah gulana, membuatnya terjaga dan susah memejamkan matanya.

Ia meringkuk di pojok ranjang.

Bayangan wajah istri dan anak-anaknya di kampung yang terpisah ribuan kilometer jauhnya, menari-nari di dalam lamunannya. Dicobanya untuk mengalihkan perhatiannya ke hal-hal lain yang menarik hatinya, namun bayangan mereka kembali muncul, lagi dan lagi seolah lekat dalam angan dan fikirannya.

Omelan dan tuntutan istrinya, jerit dan tangis anak-anaknya minta makan serasa pisau yang merobek, mengiris serta mencacah hatinya menjadi potongan-potongan kecil.

Sudah sebulan lamanya ia menganggur tanpa tabungan yang memadai, hari itu tabungannya habis sama sekali. Sementara kebutuhan rumah tangganya tidak bisa ditunda lagi. Inilah alasan yang memaksanya pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah.

Di kampung halamannya sendiri, semua sudah berubah dan ia harus memulai dari awal lagi. Teman-teman dan relasinya sudah sibuk dengan urusannya masing-masing, untuk urusan pertemanan mereka masih peduli tapi untuk urusan perut, mereka tidak bisa membantu. Apalagi krisis ekonomi global sudah mempengaruhi semua sendi perekonomian nasional.

Usaha di kampung halaman sendiri tidak menuai hasil maka langkahnya menjadi semakin jauh. Niatnya hanya satu, mencoba peruntungan lagi di tanah rantau. Balikpapan menjadi kota tujuannya.

Ia bergeser dan membenahi sarungnya lalu meringkuk kembali di sisi yang lain.

Kembali angannya melayang. Satu demi satu kenangan dan peristiwa muncul dalam ingatannya, manis dan pahit bercampur aduk dalam bejana rasa. Mulanya, canda tawa dan selaksa rasa bahagia bergulir dengan indah kemudian berganti dengan pahitnya pertengkaran dan getirnya rasa kecewa yang semakin memanas lalu membara, membakar dan menghanguskan segalanya.  Semuanya lenyap, seolah tersapu badai prahara.

Hingga sebulan yang lalu.

Masih terngiang-ngiang di telinganya ketika istrinya berkata, "gara-gara mas mengambil keputusan yang salah maka saya dan anak-anak menjadi terlantar di kampung orang."

Hatinya perih.

Memang ia yang mengambil keputusan tapi tidak ada sedikit pun niatan di hatinya untuk menelantarkan keluarganya, justru ia ingin membahagiakan mereka. Namun kenyataan berkata lain, langkah untuk merubah nasibnya ternyata tidak sesuai harapan.

Pekerjaan di kota Metropolitan yang diharapkan mampu merubah ekonomi keluarganya ternyata tidak sesuai dengan yang kenyataan. Gesekan dengan lingkungan kerja, benturan nurani, tuntutan istri yang beraneka macam dan kerasnya kehidupan kota Jakarta membuatnya menyerah.

Padahal keluarganya sudah terlanjur diboyong ke kampung halaman dan sudah banyak biaya yang dikeluarkan.

Semua itu tidak sepadan dengan harapannya semula, sekarang ia harus memulai lagi dari titik nol.

Meskipun niatan awal di dalam hatinya adalah keinginan untuk merubah hidup yang sering kekurangan namun orang lain termasuk istrinya menilainya salah. Dan beban kesalahan sepenuhnya dilimpahkan padanya.

Sekarang ia harus terpisah dari keluarganya, mencoba mengais rejeki di perantauan. Sudah banyak kota ia singgahi, berbagai jenis pekerjaan sudah ia jalani namun semuanya tidak bertahan lama.

Sedih, kecewa dan marah bergolak dalam hatinya. Lebih-lebih ketika menyadari bahwa teman-temannya di perantauan juga memandang rendah dirinya. Kegagalan demi kegagalan membuat dirinya tidak berarti di mata mereka.

Sampah, pecundang dan perusuh keadaan adalah stempel yang disematkan mereka kepadanya. Sehingga satu per satu mereka menghindar ketika dirinya membutuhkan bantuan atau sekedar bersilaturahmi.

Tidak terasa, titik air mata menetes di sudut matanya.

"Tuhan ampuni hambamu, ampuni dosa-dosaku, ambillah nyawaku jika memang diriku sudah tidak berarti lagi." Bait-bait senandung doa putus asa keluar dari bibirnya diiringi tetesan air mata yang semakin deras mengalir.

Rintik hujan di tengah malam seolah turut merasakan derita hatinya.

"Apa sebenarnya salah dan dosaku sehingga nasibku berakhir seperti ini?" Batinnya berusaha mengkoreksi diri.

"Selama ini saya mencoba berbuat baik terhadap orang lain tetapi di saat begini, kenapa mereka enggan memberi pertolongan?"

"Apakah ini yang disebut 'karma pala' atau buah perbuatanku di masa lalu? Apa yang harus aku lakukan agar lepas dari derita ini?"
Semakin dia tenggelam dalam proses interopeksi diri, semakin dirinya terjatuh dan hanyut dalam rasa sedih yang berkepanjangan. Kebaikan, toleransi dan solidaritas terhadap teman malah membuat diri dan keluarganya menjadi sengsara.

Malam beranjak semakin kelam, ia semakin tepekur dalam pencariannya, di puncak rasa sedihnya, tiba-tiba jantungnya berdegup keras tanpa disadarinya.

Dug .. Dug .. Dug ..

Jantungnya berdetak berirama, jelas terdengar di telinga dan terasa memenuhi indranya.

Seolah ada kekuatan yang memerintah, ia mengikuti irama detak jantungnya lalu menyebut nama Allah Sang Maha Hidup.

Allah .. Allah .. Allah ..

Semakin lama semakin khusyu', semakin ia tenggelam dalam hidayahNya. Sunyi dan sepinya malam seolah akrab dalam dirinya, lebur dalam hasratnya membuatnya luluh dalam kasih sayang Sang Maha Rohman dan Rahim.

Kesedihan dan rasa putus asa pelahan sirna, keraguan akan masa depan musnah berganti rasa pasrah dan tidak berdaya. Hanya tunduk dalam karsaNya.

"Aku lahir, sendiri, tidak punya apa-apa. Mati pun aku sendiri, lalu kenapa aku meratapi hartaku yang telah hilang? Kalau Allah yang Maha Kaya menghendaki maka dalam sekejap Dia akan memberi dan dalam sekejap pula Dia mengambilnya kembali."

Manusia adalah hamba yang tidak berdaya, hanya karena kehendakNya, hanya karena kuasaNya dan hanya karenaNya, hamba bisa berbuat.

Illah, billah, lillah.

"Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang jadikan aku hambaMu yang baru, buanglah kotoran dan nista yang melekat dalam jiwa dan raga, angkatlah hambaMu ini dari lembah kemiskinan dan kesengsaraan." Itu doa yang terucap sebelum lelap datang menjemputnya.

Entah apa yang akan terjadi esok, ia pasrahkan semuanya dalam kehendakNya.

Demikian cerita pendek yang berjudul "Senandung Doa Sang Pengembara", semoga dapat menjadi cermin dan inspirasi bagi para pengembara kehidupan yang sedang terpuruk.






Uang Panas dan Rentenir

Uang Panas dan Rentenir - Uang Panas adalah uang yang kita dapatkan dengan cara mudah dan menggunakan cara yang tidak halal atau uang yang kita pinjam dengan bunga yang tinggi seperti pinjaman dari Rentenir. Mengenai uang panas dari usaha yang tidak halal akan kita bahas lain kali saja, kali ini kita akan membahas tentang Uang Panas dan Rentenir, fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat kita.

Kenapa uang pinjaman dari Rentenir disebut 'uang panas'?

Jika ahli agama mengatakan uang panas itu tidak berkah, memang benar adanya. Karena saat kita memperoleh uang panas atau mempunyai pinjaman dari Rentenir maka kehidupan kita akan berubah menjadi 'panas', dimana pikiran dan perasaan kita terpengaruh olehnya. Pikiran kita bekerja keras mencari cara untuk secepatnya dapat mengembalikan uang panas itu berikut dengan bunganya.

Uang Panas dan Rentenir

Kemudian perasaan kita dibayangi rasa takut apabila pada waktu jatuh tempo pembayaran uang panas itu, kita belum siap atau kita tidak punya uang untuk membayarnya sehingga harus menerima resiko terkena denda. Tentunya akan menambah jumlah uang pinjaman kita.

Untuk mendapatkan 'uang panas' dari Rentenir syaratnya cukup mudah dan memang dibuat mudah. Hanya dengan syarat foto copy KTP dan KK, pagi diserahkan maka sore hari kita sudah dapat menerima uang pinjaman sesuai dengan kebutuhan kita.

Namun dalam tempo yang kita janjikan, seminggu, dua minggu, sebulan dan masa jatuh tempohnya, kita harus melunasinya berikut bunganya. Jika kita tidak mampu melunasinya maka keterlambatan kita akan dikenakan denda setiap harinya. Sehingga tidak heran jika jumlah pinjaman kita akan terus bertambah setiap harinya sampai-sampai kita tidak mampu lagi membayar. Akibatnya harta benda kita akan disita bahkan mungkin rumah yang kita tinggali juga.

Mereka, para rentenir ini merupakan 'raja tega', tega melihat korbannya kebingungan mencari uang, tega melihat korbannya menderita bahkan mereka tidak segan-segan berlaku kasar dan menggunakan kekerasan untuk menagih dan mendapatkan uangnya. Tidak ada toleransi.

Maka tidak salah jika Rentenir disebut juga sebagai 'lintah darat', Seperti lintah yang berada di air, saat menempel ditubuh kita, akan menghisap darah kita sepuasnya, hanya bisa lepas apabila kita taburi tembakau. Bedanya, ‘lintah darat’ tidak akan berhenti menghisap darah korbannya meskipun sudah ditaburi tembakau banyak, hanya jika kita melunasinya baru bisa berhenti.

Uang Panas dan Rentenir

Bagi Rentenin, hal terpenting adalah mendapatkan keuntungan dari uang yang mereka pinjamkan selebihnya peduli setan bahkan ancaman siksa api neraka yang menantinya kelak di akhirat, tidak mereka takuti.

Korban Rentenir

Saat saya tinggal di sebuah perumahan sederhana di pinggiran kota Malang, banyak sekali saya temukan orang-orang yang menjadi korban rentenir atau disebut 'bank thitil'. Boleh dikatakan hampir 3/4 persen dari jumlah penduduknya yang berprofesi sebagai pekerja pabrik, terjerat Rentenir.

Setiap hari Rabu siang, mereka berkumpul di salah satu rumah warga menunggu penagih hutang datang. Saat penagih hutang datang mereka secara bergiliran menyerahkan uangnya, jika ada peminjam atau debitur yang tidak datang, para penagih akan mendatangi rumahnya.

Tak jarang mereka mengetuk rumah saya, pendatang baru yang belum dikenal, untuk meminjam uang guna membayar hutangnya. Namun ketika saya memberikan pinjaman pada seseorang tersebut karena rasa iba ternyata malah berakibat buruk bagi saya. Karena hampir setiap hari dan hampir tidak mengenal waktu, orang itu bersama tetangga yang lain, mendatangi rumah saya untuk meminjam uang.

Akhirnya saya memutuskan untuk pindah rumah dan keluar dari lingkungan tersebut.

Mereka pinjam uang 1jt kepada rentenir dan harus mengembalikan sebesar 1.4jt meskipun pembayarannya diangsur atau "di thitil" sedikit demi sedikit. Namun sama seperti pada artikel tentang "uang, uang gaib dan praktek penggandaan uang", keserakahan mereka dimanfaatkan oleh para rentenir itu.

Saat pinjaman mereka mau lunas, mereka ditawarin lagi dengan jumlah pinjaman lebih besar. Bagi mereka, umumnya adalah ibu-ibu rumah tangga, akan tergiur dengan tawaran itu sehingga mereka menambah lagi pinjaman mereka sementara pinjaman lama belum lunas.

Hal ini terus berlanjut sehingga pinjaman mereka semakin lama semakin menumpuk melebihi pendapatan mereka. Hingga mereka terpaksa harus menjual harta benda bahkan ada yang menjual rumahnya hanya untuk menutupi hutangnya.

Setelah itu, ada yang kapok lalu menjadi anti pati terhadap rentenir ini, ada pula yang mencoba lagi karena terjerat ekonomi dan ada pula yang tetap terjerat rentenir seumur hidupnya.

Mengapa fenomena ini harus terjadi?

Kebutuhan setiap manusia akan uang tidak ada habisnya sampai ajal menjemputnya. Bagi mereka yang mempunyai pendapatan cukup atau lebih mungkin tidak ada masalah, namun bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan, rentenir menjadi solusi kebutuhannya.

1. Kesulitan Ekonomi

Sekali kita mengenal rentenir dengan segala kemudahan yang diberikan di awal, maka suatu saat kita akan kembali berhubungan dengannya saat kebutuhan hidup sangat mendesak.

Menurut hukum pasar bahwa "Penawaran berbanding lurus dengan permintaan" maka keberadaan rentenir tidak dapat dihilangkan dalam kehidupan bermasyarakat karena adanya permintaan dari masyarakat yang sedang kesulitan hidupnya.

2. Malu Pinjam Sama Keluarga atau Teman

Ada orang yang di saat terjepit kesulitan ekonomi merasa malu jika harus meminjam uang kepada keluarga atau teman-temannya. Rasa malunya lebih besar dibanding dengan kebutuhannya sehingga mereka berfikir lebih baik meminjam uang kepada rentenir.

Namun jika dengan meminjam uang kepada rentenir berujung pada kesulitan yang lebih besar maka seperti pepatah berikut ini.

"Malu bertanya sesat di jalan" berubah menjadi "Malu meminjam kepada keluarga tersesat hidupnya .."

3. Sudah Tidak dipercaya lagi

Kalau yang ini berbeda lagi, karena terlalu sering meminjam kepada keluarga atau temannya sehingga mereka tidak mau memberikan pinjaman lagi hingga beralih ke rentenir.

Dalam kehidupan ini rasa percaya dan diberi kepercayaan orang lain adalah sesuatu yang sangat berharga. Sehingga sebaiknya kita pergunakan kepercayaan tersebut untuk kepentingan yang baik jika tidak maka akan hilang kepercayaan tersebut.

Alangkah susahnya disaat kita membutuhkan uang lalu tidak ada seorang pun yang percaya dan mau memberikan pinjaman kepada kita.

Kesimpulan

Demikian celoteh saya tentang Uang Panas dan Rentenir. Dalam kehidupan kita sehari-hari, hampir semua orang pernah melakukan transaksi hutang-piutang. Namun sebaiknya kita hindari meminjam uang dengan bunga yang tinggi seperti kepada rentenir.

Take Me Out Indonesia dan Ande-ande Lumut

Take Me Out Indonesia adalah tontonan reality show yang ditayangkan setiap hari Senin sd Jumat di stasiun TV ANTV. Awalnya saya menonton tayangan ini karena kebetulan saja namun semakin lama semakin menarik hati untuk melihat bagaimana permainan perasaan ditonton banyak orang.


gambar take me out indonesia

Lepas dari berbagai pendapat jika tayangan ini hanya sandiwara belaka, bagi saya pribadi tayangan Take Me Out Indonesia menjadi suatu tayangan yang ringan dan cukup menghibur daripada tayangan lain yang lebih berat.

Tayangan yang dibawakan oleh Eko Patrio ini menghadirkan 30 wanita cantik dan 3 pria single, dimana kedua belah pihak ini bebas memilih dan dipilih. Tayangan ini berhadiah 10 juta rupiah bagi yang mendapatkan pasangan. Dilihat dari besarnya hadiah, mungkin bagi para wanita ini dianggap tidak seberapa mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menambah kecantikannya juga cukup mahal.

Namun, ada yang janggal dari penampilan 30 wanita ini, diawal penampilannya mereka berdiri dengan anggun di belakang meja yang tertulis nama mereka akan tetapi ketika kamera menyorot salah satu dari mereka, mendadak penampilannya berubah.

Dari yang pendiam berubah menjadi centil, genit dan nakal, yang genit bertambah genit dan yang kenes juga semakin bertambah parah.

Bagi mereka, inilah saatnya untuk tampil di depan kamera televisi, saatnya beraksi. Alih-alih tidak mendapatkan jodoh, mereka bisa menjadi artis atau sekedar figuran.

Namun dari pengamatan saya, ada beberapa moment menarik yang melibatkan perasaan kecewa, sedih, malu dan gembira dalam tayangan ini yaitu :

1. Saat Pria single mematikan lampu

Meskipun tidak sampai menitikkan air mata, jelas terlihat bagaimanan perasaan kecewa, sedih dan malu campur aduk menjadi satu, membayang di raut muka seorang wanita,  saat pria single mematikan lampu. Hal ini menyatakan jika pria single tidak memilihnya.

Terlebih lagi saat tinggal 2 wanita yang tersisa yaitu pada babak final. Bagi wanita yang tidak dipilih rasa sakitnya terasa lebih pedih sementara wanita yang terpilih melenggang dengan hati berbunga.

2. Pandangan Pertama Tidak terpilih

Moment berikutnya, saat seorang wanita terpilih sebagai wanita dalam pandangan pertama tapi pada babak final sang pria single memilih wanita lain, maka sang ladies akan berkata, "PHP Lu," dengan perasaan sedih, marah dan kecewa.

Rasanya lebih menyakitkan jika seorang wanita sudah mematikan lampu kemudian memilih untuk melanjutkan permaianan setelah memberikan pertanyaan kepada pria single, namun akhirnya tidak dipilih.

Sungguh sakitnya tuh disini banget ..

3. Black 0ut

Moment ini memang jarang terjadi. Berbeda dengan ladies, pria single juga akan merasakan rasa sakit, kecewa dan malu apabila tidak ada seorang wanita pun yang mau memilihnya alias 'black out'.

Meskipun Eko Patrio dan Dewan Cinta memberi saran dan hiburan, tapi rasa malu tidak dapat disembunyikan dari wajah pria single apalagi ditonton oleh orang banyak. Sehingga dengan langkah tegap yang dipaksakan dan senyum pahit, pria single meninggalkan permainan.

Begitulah pergolakan perasaan para wanita dan pria dalam tayangan reality show tentang pencarian pasangan ini.

Tayangan ini mengingatkan saya pada kisah legenda tanah Jawa yaitu  'ande-ande lumut'. Dimana ande-ande lumut adalah seorang pangeran dari Kediri yaitu Panji Inu Kertapati, yang sedang menyamar untuk mencari kekasihnya yang pergi karena tersinggung akan perlakuaannya.

Dalam pengembaraannya, Panji Inu Kertapati menjadi anak angkat seorang janda, lalu diberi nama ‘ande-ande lumut’. Kemudian Ibunya, Mbok Rondo Dadapan mengadakan sayembara untuk mencari jodoh bagi anaknya.

Karena ketampanan dan kegagahan sang ‘Ande-ande lumut’, banyak wanita yang mengikuti sayembara ini, namun tidak ada yang cocok dihatinya. Yang terakhir datang adalah 4 orang gadis cantik yang bernama Kleting Abang, Kleting Kuning, Kleting Ijo dan Kleting Putih.

Pilihan ‘ande-ande lumut’ jatuh pada Kleting Putih, yang sebenarnya adalah kekasihnya sendiri, yang pergi meninggalkannya lalu menyamar sebagai gadis desa.

Demikian kisah ‘Ande-ande Lumut’ dan persamaannya dengan tayangan reality show yaitu Take Me Out Indonesia.